
Komunitas Driver Legend Indonesia (DLI) menyampaikan kritik konstruktif terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar segera melakukan pembenahan secara menyeluruh, khususnya pada aspek kultural yang hingga kini masih dirasakan langsung oleh para driver di lapangan. Dalam aktivitas sehari-hari sebagai pekerja sektor transportasi online, para driver merupakan kelompok yang memiliki intensitas interaksi tinggi dengan aparat kepolisian, terutama dalam konteks pengaturan lalu lintas dan penegakan hukum di jalan raya.
DLI menilai masih terdapat pola pendekatan yang cenderung represif dalam praktik penindakan di lapangan. Pendekatan yang mengedepankan tindakan koersif tanpa diimbangi dengan sikap humanis justru memunculkan jarak antara aparat dan masyarakat. Padahal, sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban, para driver ojol berharap kehadiran polisi dapat memberikan rasa aman dan perlindungan, bukan sebaliknya menimbulkan kekhawatiran saat beraktivitas mencari nafkah.
Selain itu, persoalan klasik berupa dugaan praktik pungutan liar juga dinilai masih menjadi pekerjaan rumah serius yang harus segera diselesaikan. Dalam berbagai momentum penertiban, masih ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. DLI menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak hanya merusak citra institusi Polri, tetapi juga memberatkan para driver yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Komunitas Driver Legend Indonesia memandang bahwa reformasi Polri tidak cukup hanya menyentuh aspek struktural dan kelembagaan, tetapi yang paling mendesak adalah perubahan kultur di tingkat akar rumput. Transformasi menuju Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas harus dimulai dari pola interaksi aparat dengan masyarakat kecil, termasuk para driver transportasi online yang menjadi bagian dari denyut ekonomi perkotaan.
DLI juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal dan penegakan sanksi tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran. Ketegasan ini diperlukan agar tidak terjadi pembiaran yang berulang dan menurunkan kepercayaan publik. Bagi para driver, kepastian hukum yang adil dan perlakuan yang setara di hadapan aturan merupakan hal mendasar yang sangat diharapkan.
Meski menyampaikan kritik, DLI menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk kepedulian dan harapan besar terhadap Polri agar semakin dicintai masyarakat. Para driver sebagai bagian dari elemen rakyat menginginkan institusi kepolisian yang benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dengan pembenahan kultur yang serius dan berkelanjutan, DLI optimistis Polri dapat menjadi institusi yang lebih profesional, bersih, dan humanis di masa depan.
